Rendah diri

19.54 0 Comments


Rendah diri bisa dialami oleh siapa pun ga pandang bulu. Bisa remaja, orang dewasa bahkan orang tua sekalipun. Yang ekonominya bagus sampai yang makan aja pusing dari mana dapatnya.
Saya sendiri sampai sekarang masih sering rendah diri. Ini karena saya membandingkan diri saya dengan orang lain, terutama teman-teman sekolah dulu. Kebetulan saya sekolah di kalangan anak-anak dengan orang tua berada, di tingkat smp dan sma. Dan memang pada saat itu perekonomian orangtua saya tidak stabil, karena untuk makan saja bersyukur ada meski ngutang atau hasil tanaman sendiri seperti kimpul dan singkong. Lauknya pun ngeramban di halaman rumah daun singkong. Enak direbus, di peres lalu dicocol sambil trasi. Enaknya jan, ditambah tempe goreng bumbu bawang putih, ketumbah, garem dan micin, nyuuuus, untungnya masalah makan saya ga membandingkan dengan makanan teman2 saya yang kaya, makan dengan fried chiken yang lagi booming2nya pada saat itu. Orang akan dengan bangga kalo menyebut fried chiken, padahal kan itu sama saja dengan ayam goreng. Yang saya saja makan bikinan emak, lebih guriiii  dibanding fred ciken yang mereka banggakan,  meskipun bisa dihitung berapa kali dalam setahun....
Hehehehhe
Kembali ke rendah diri, kenapa saya rendah diri? Ya itu lho, saya miskin, bapak saya cuma kuli bangunan yang kadang ga dapet order. Emak memang kreatif bikin krupuk trasi yang dititip di warung2. Buat opak dan enyek2, hehehe....tau ga enyek2. Itu lho krupuk singkong parut dikasih ulekan bumbu dasar plus micin, dibentuk bunder diatas plastik, terus dikukus, dijemur, kering lalu digoreng...alhamdulillah, ada untuk makan. Nah pada waktu itu kemiskinan sepertinya ditertawakan teman, dan karena saya merasa sebagai anak dari orang tua miskin, saya jadi menarik diri dari pergaulan. Belum lagi orang rumah membully saya secara fisik, sya dibilang pesek. Dan pesek atau hidungnya kurang panjang adalah semacam olokan (pesek itu indikasi orang jelek), maka dari dulu saya ga pernah merasa cantik karena saya pesek. Atau dihaluskan jadi mancung ke dalam...itu bener2 bikin hati sakit. Dan perjalanan rendah diri saya sampai pada masa remaja saya. Teman ga punya, pacar apalagi. Ada teman yang simpati dengan keberadaan saya waktu di smp, boleh disebutin ya, mereka itu berteman ga pandang siapa saya, intan, nona, manda, dandy, ary, widy...dll banyak juga sih...hehehe, ternyata yang somse malah yang langka yaah... tapi karena rendah diri saya akut, saya jadi ga mau dekat2 mereka, alasan saya, takut di bully.
Sekian dulu sesi curhat saya...ada yang punya kisah lebih sedih? Marilah berbagi...hiks...hiks

Hamidaa

Some say he’s half man half fish, others say he’s more of a seventy/thirty split. Either way he’s a fishy bastard. Google

0 komentar: