Mengenang Pahlawan
10 November 2016
18:59
"Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya" . Ungkapan ini seringkali kita dengar dan kita lihat. Entah mengena dalam hati atau sekedar angin lalu saja.
Kenapa saya menulis tema ini, Mengenang para Pahlawan, pasti semua tahu jawaban telaknya ya. Iya pastinya donk, karena hari ini bertepatan tangal 10 november, tanggal yang ditetapkan sebagai Hari Pahlawan Nasional.
Kalau dulu di tv-tv swasta maupun TVRI, menayangkan filem yang bergenre kepahlawanan, kalau sekarang, karena saya ngga sering berinteraksi dengan tv lagi, alias ga ada tv…hehe
Balik lagi ke ungkapan di atas, seberapa besar sih penghargaan kita terhadap jasa pahlawannya. Setahun yang lalu seorang teman memposting sebuah kabar dari veteran yang ikut partisipasi dalam m,engendalikan stabilitas keamanan pada waktu Negara kita -- Indonesia belum merdeka seperti sekarang ini. Kondisi yang mengenaskan. Bagaimana bisa seorang pahlawan dibiarkan hidup terlunta-lunta, tuna wisna, tunakarya dan hidup mengandalkan belas kasih orang, ada yang menjual kalender, ada yang menjadi buruh kasar bahkan ada yang mengemis demi menyambung hidupnya.
Mudah-mudahan selanjutnya paraveteran perang dan keturunan-keturunan pahlawan mendapat tempat terhormat di negaranya sendiri, mungkin dengan pinjaman lunak kepemilikan rumah, bantuan modal usaha, atau tunjangan lainnya.
Kilas balik penetapan tangal 10 November dijadikan hari Pahlawan Nasional
Di Surabaya, kala itu tahun 1945 berkobar perang yang sengit, rakyat Indonesia melawan tentara Belanda. Perang kitu dipicu oleh satu insiden yang ditengarai olleh pengibaran bendera Belanda di Hotel Yamato. Rakyat Surabaya marah mengetahui insiden itu, karena telah dianggap menghina kedaulatan Bangsa, yang sudah diproklamirkan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945.
Kemudian terjadilah pertempuran-pertempuran kecil, perang kemudian membesar yang mengakibatkan kebinasaan banyak pihak Belanda.
Dari peristiwa itulah mengapa tanggal 10 November ditetapkan menjadi hari Pahlawan nasional. Pada pertempuran itu, rakyat Indonesia bersenjatakan bambu runcing melawan Belanda dengan gagah berani. Mereka tidak mengenal takut bahkan dengan kematian sekalipun, demi bangsa yang dicintainya- Indonesia
Sebagai generasi sekarang, terutama generasi muda usia remaja. Apakah mereka diajari dan dididik menghargai jasa pahlawan yang gagah berani itu. Bukan salah mereka jika mereka terkesan cuek dan dingin dengan tanggal 10 November ini, atau mungkin bahkan kita sebagai generasi di atas mereka bahkan lupa, terlanjur merasakan enaknya sudah bebas atau bahkan karena derita hidup yang sedemikian rupa hingga momen-momen seperti hari Pahlawan menjadi sepele dan tidak penting untuk diingat, mengingat derita yang berlimpah-limpah, ekonomi sulit, anak melawan orang tua, harga kebutuhan hidup terus melangit…ah apalah mau dikata???
Terlepas dari itu semua, sudah kewajiban semua pihak untuk selalu mengingatka dan mengisi hari pahlawan dengan kegiatan yang bermanfaat dan mengingatkan bagaimana menderitanya pahlawan di medan perang dulu, secara fisik dan mental. Kita mungkin telah merdeka secara fisik, tetapi belum tentu merdeka dalam artian yang lain…God knows
Jalan Lingkar Selatan, 10 November 2014
Selamat Untuk para Pahlawan semoga kehidupanmu di alam lain Tenang, damai, dan bahagia…aamiin
.png)

:'( terharu jika mengingat jasa pahlawan
BalasHapusSupplier Tas Terbesar
trims ya sudah mampir :)
Hapus