Malam ini belum oulang sampai jam segini

 Hari ini jam 21.25 wib Lubang Buaya Gg. Gaber. Bapeke barusan aja status dan ga aku buka biar aja, dia pingin aku buka aku tau itu. 

Aku tanya bang Ifunk temennya udah pulang blm, ternyata udah mau tidur udah pulang dari jam 8 tadi. Aku tau dia maeah dan kecewa sama aku karena aku posting di instagram dam mungkin ceweknya yang udah hamil beberapa bulan itu liat, karena aku bilang bapake terkasih dan kita makan sedehana. 

Dari situ dia ngambek dan bilang baru dicemberutin ntar juga biasa liat dia ga pulang. Ya liat aja anaknya ga makan. Hawa nafsu kok dibawa-bawa.


Bukannya tuh cewe udah paham kalo dieinya itu udah rujuk sama aku tapi kenapa tiap hari masoh chattingan aja? Coba apa yang dia obrolin sampe.larut malam jam satuan baru tidur. Dia ga enak sama aku sampe ngeeusak rumah tangga, lah waktu wa beberapa bulan itu dia bilang udah ga lagi.dan ga jalan lagi

Lalu si suamiku itu marah lantaran aku wa demikian ke gundiknya, emang lagi sayang-sayangnya sih jadi ya begitu. Emang kalo lagi syang-sayangnya dia bakalan.jadi buta.


Herannya lagi si cewe ini udah punya suami baik-bqik tapi kalo ama bapake katanya dapet kepuasan yang ga di dapet dari suaminya. Sejelek apa sih suaminya iti jado bikin dia ilfil dan lari sama coeok lain dan hamtam.krpmo aja tanpa cari tau.yang sebenatnya, dia kan bisa cari tau dari kurirnya si bapak. Si bapak emang pandai merayu dan dia bisa juga dalam waktu bersamaan mengancam. Dia baik sama selingkuhannya dan diwaktu yang sama dia ancam aku dan ini aksinya dia menghukumku dengan ga pulang ke rumah. Ya itu kareena aku pisting ke instagram dan mungkin ada masalah sama gundiknya.


Emang tiap hari aku kepikiran dia dan mertua wah udah lengkap banget ya aku jadinya menguras energi ini. Aku harus fokus sama kemajuanku dan mengabaikan dia. Kuyakin ini sementara aja, pasti dia balik sama aku lagi. Dia dah bilang kenapa aku bertahan kalo swlain aku mungkin udah pisah dan dia ga punya istri lagi.


Sekarang kita panggil dia pake LOA  aja gimana? Tapi hariku harus damai.dulu nih. Oke sekarang aku mau ngepel dulu. Oiya aku mau privat wa ku sementara kali ya biar bisa liat status dia.


Atomic Habit sebuah narasi bertahap

Pertama-tama aku akan berterimakasih pada seseorang yg telah mengirimkan buku ini di grup hfht secara free. Buku seharga 70an ribu kita bisa dpt gratis. Alhamdulillah. Dan seketika dibaca dan dinarasikan karena memang sudah wajib di rangkaian kegiatan workshop. Aku seneng bgt dan mendoakan dia agar selalu berkah. Aamiin.

Dan ini kutulis disaat aku lagi melatihkan kebiasaan baik buat diriku srndiri. Pada saat bangun tidur jam 3 pagi aku akan baca sselama 15 mnt dan menarasikannya di blogku apa yang sudah kubaca.

Dalam bab ini adalah langkah melakukan kebiasaan kecil yg efektif, syaratnya harus spesifik agar diingat dan sekalu berhasil dilakujan. Kuncinya adalah kejelasan dan detil. Saat ini aku menang ngantuk banget, tapi karena udah terjadwal mataku jadi seger lagi meski perutku terasa lapar.

Mungkin sekian dulu narasi perdana dari kebiasaan yang baru aku mulai. Sampai jumpa besok.

Fenomena perseteruan saudara sedarah

Sobat, tentu pernah sekali dua kali beda pendapat sama kakak atau adik kandung, atau saudara sedarah lainnya, lantas salah satu atau duanya menarik diri. Ngambek lanjut perang dingin.
Hal itu memang ga bisa dihindarkan dari kehidupan sehari-hari. Faktor egolah yang mendominasi pertikaian antar saudara sedarah. Apakah itu salah. Terlepas dari salah dan benar. Jika kalian sering bertikai dan mendiamkan kakak atau adik selama selang waktu tertentu, kamu ga sendiri. Banyak orang lain juga mengalami hal yang sama. Bahkan ada yang berakhir tragis meski dengan pemicu yang menurut kita sangat sepele, uang atau benda misalnya.
Apakah perseteruan itu sehat untuk perkembangan jiwa kita? Tergantung pribadi yang menjalaninya menurutku. Karena memang dalam perseteruan itu banyak hal yang bisa dipelajari dan direnungkan. Misalnya sebagai ajang koreksi diri, apakah ego kamu terlalu besar sehingga mengecilkan nilai persaudaraan.
Sejarah perseteruan sedarah ini sudah sangat tua sob, setua umur manusia di bumi sepertinya. jika dirunut, di jaman nabi Adam A.s, pertikaian sedarah sudah dimulai, rasa iri mengalahkan rasa sayang pada saudara. Hingga menghilangkan nyawaya.
Nah begitu juga di jaman yang jumlah populasinya sudah sangat banyak ini. Pemikiran pun sangat kompleks, nyawa dengan mudahnya melayang hanya karena serupiah dua rupiah. Dan bukan bilangan rupiah yang mendasari ringannya tangan itu, tapi ego yang terlampau besar, perasaan takut akan jatuhnya sebuah harga diri.
Lalu apakah dengan mempertahankan ego, kamu diuntungkan? #hembus nafas panjang...tentu sangat sangat rugi.
Mari kita renungkan hal itu...

Rendah diri


Rendah diri bisa dialami oleh siapa pun ga pandang bulu. Bisa remaja, orang dewasa bahkan orang tua sekalipun. Yang ekonominya bagus sampai yang makan aja pusing dari mana dapatnya.
Saya sendiri sampai sekarang masih sering rendah diri. Ini karena saya membandingkan diri saya dengan orang lain, terutama teman-teman sekolah dulu. Kebetulan saya sekolah di kalangan anak-anak dengan orang tua berada, di tingkat smp dan sma. Dan memang pada saat itu perekonomian orangtua saya tidak stabil, karena untuk makan saja bersyukur ada meski ngutang atau hasil tanaman sendiri seperti kimpul dan singkong. Lauknya pun ngeramban di halaman rumah daun singkong. Enak direbus, di peres lalu dicocol sambil trasi. Enaknya jan, ditambah tempe goreng bumbu bawang putih, ketumbah, garem dan micin, nyuuuus, untungnya masalah makan saya ga membandingkan dengan makanan teman2 saya yang kaya, makan dengan fried chiken yang lagi booming2nya pada saat itu. Orang akan dengan bangga kalo menyebut fried chiken, padahal kan itu sama saja dengan ayam goreng. Yang saya saja makan bikinan emak, lebih guriiii  dibanding fred ciken yang mereka banggakan,  meskipun bisa dihitung berapa kali dalam setahun....
Hehehehhe
Kembali ke rendah diri, kenapa saya rendah diri? Ya itu lho, saya miskin, bapak saya cuma kuli bangunan yang kadang ga dapet order. Emak memang kreatif bikin krupuk trasi yang dititip di warung2. Buat opak dan enyek2, hehehe....tau ga enyek2. Itu lho krupuk singkong parut dikasih ulekan bumbu dasar plus micin, dibentuk bunder diatas plastik, terus dikukus, dijemur, kering lalu digoreng...alhamdulillah, ada untuk makan. Nah pada waktu itu kemiskinan sepertinya ditertawakan teman, dan karena saya merasa sebagai anak dari orang tua miskin, saya jadi menarik diri dari pergaulan. Belum lagi orang rumah membully saya secara fisik, sya dibilang pesek. Dan pesek atau hidungnya kurang panjang adalah semacam olokan (pesek itu indikasi orang jelek), maka dari dulu saya ga pernah merasa cantik karena saya pesek. Atau dihaluskan jadi mancung ke dalam...itu bener2 bikin hati sakit. Dan perjalanan rendah diri saya sampai pada masa remaja saya. Teman ga punya, pacar apalagi. Ada teman yang simpati dengan keberadaan saya waktu di smp, boleh disebutin ya, mereka itu berteman ga pandang siapa saya, intan, nona, manda, dandy, ary, widy...dll banyak juga sih...hehehe, ternyata yang somse malah yang langka yaah... tapi karena rendah diri saya akut, saya jadi ga mau dekat2 mereka, alasan saya, takut di bully.
Sekian dulu sesi curhat saya...ada yang punya kisah lebih sedih? Marilah berbagi...hiks...hiks

Mager



http://kepo.id/wp-content/uploads/2016/03/mager.jpg

Apa sih mager itu?
Sering dengar istilah tersebut akhir-akhir ini kan? Bukan sedang pasang pagar lho, hehe. Mager itu Istilah anak-anak alay yang berarti  males gerak, enggak mau melakukan apa pun. Palingan mainin gadget, berselancar di dunia maya dan meloncat-loncat lincah dari sosmed yang satu ke sosmed yang lain.
Saking seringnya dengar istilah itu, sekarang malah jadi padanan kata yang diucapkan bukan hanya untuk anak-anak abege alay saja, kita pun yang dewasa ikut-ikutan berujar dengan kata tersebut. Seperti yang saya alami saat ini. Pingin keluar beli mie instan ko mager banget ya, padahal Cuma 15 langkah warungnya, warung tetangga. Yah namanya malas tanpa alasan meski butuh ya terpaksa tidak dijalani, hehehe
Gejala mager ini diperparah dengan fasilitas online yang disediakan ojek-ojek online dan toko-toko dengan free delivery, jadi meski mager kebutuhan masih bisa dipenuhi, asal ada uang lho. Jangan sampai sudah mager uang pun tak punya, itu mananya DL…hahaha….keluar istilah lagi ini ya – DL alias derita Lo.
Mager nyupir ada supir beserta mobil pribadi mereka yang bisa kita sewa secara online dengan harga murah-meriah. Mager masak beli makan pake ojek, mager belanja di toko ada ojek yang siap membelanjakan dan mengantarkan untuk kita. Nah makin- makin ya mager kita. 
Mager memang sudah menggejala di perkotaan, bahkan pinggiran kota di mana saya tinggal – Tangerang Selatan. Meski demikian ada yang diuntungkan dengan gejala ini, contohkan seperti yang sudah disebut tadi, belanja, makan, bepergian bisa melalui aplikasi yang sangat praktis. Tentu saja harus didukung oleh sarana internet yang cepat ya
Apa penyebab mager sebenarnya?
Malas adalah perasaan tidak ingin melakukan apa pun, bisa jadi karena bosan dengan aktifitas yang monoton dari waktu ke waktu. Atau rasa lelah karena seharian sudah beraktifitas banyak, bekerja, sekolah dan lain-lain. Hingga sampai pada terkurasnya energi dan perlu mengisi ulang energi kita. Malas adalah salah satu dari cara tubuh kita merespon kekurangan energi, begitu juga jika terus melakukan aktifitas  yang sama berulah-ulang. Otak menjadi jenuh dan timbul rasa malas atau bosan.
Ini cara mengatasi mager
Kenali dulu penyebab mager kalian, baru bisa diatasi dengan efektif. Kalau penyebabnya adalah rasa lelah, istirahat adalah cara terbaik mengatasinya, tidur beberapa jenak dapat menyegarkan tubuh, mandi air hangat yang ditaburi garam kristal bisa meringankan badanmu. Bisa juga nyalakan aroma terapi beraroma citrus untuk membangkitkan semangat.
Mager karena bosan pastinya bisa diatasi dengan berhenti sejenak melakukan aktifitas tersebut, ibu rumah tangga adalah pekerjaan yang tidak pernah habis dan rentan mengakibatkan kebosanan dan berakhir dengan mager. Berhenti sejenak dan melakukan hobi sekali waktu tidak akan menjadi dosa besar, hehe. Nonton televisi, baca buku, bercengkrama dengan teman lama di sosmed, bermain musik dan lain sebagainya, jika mungkin pergi piknik menjauhi aktifitas penyebab mager itu.
Sesering apakah kalian mager?

Bila Hidup sebuah permainan, inilah aturannya..

20170108_172658
Foto Koleksi RBM
Sementara saya menulis resensi ini, diluar hujan lumayan banyak berbarengan angin juga kencang. Delta Fm mengiringi saya dengan suara khas  celine dion yang menguarkan semangat dalam lagu Just the way it is…
Ketika cinta mejadi bahan bakar, apa pun tantangan akan dilalui, meski tidak mudah, jangan pernah menyerah. karena cinta akan menuntun kita ke arah yang benar.
Pas dengan yang akan RBM ulas dalam resensi buku ini
kali pertama ini RBM pilih buku karangan Cherie Carter-Scot, Ph.D. buku best seller di NewYork berjudul asli “IF LIFE IS A GAME, THESE ARE THE RULES, Ten Rules for Being Human”. Buku ini sudah ada di RBM selama huampir 8 tahun, dibeli pada 15 November 2006, Saat itu Gramedia menyelenggarakan Book Fair, di WTC Matahari, Serpong.
Sudah beberapa kali dibaca dan setiap membaca seperti ada pemahaman baru  muncul dan kesadaran seolah-olah seperti ilham turun,oleh itu RBM ini berbagi pengalaman membaca ini dengan membuat resensinya.

Mengenang Pahlawan

10 November 2016
18:59

"Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya" . Ungkapan ini seringkali kita dengar dan kita lihat. Entah mengena dalam hati atau sekedar angin lalu saja.
Kenapa saya menulis tema ini, Mengenang para Pahlawan, pasti semua tahu jawaban telaknya ya. Iya pastinya donk, karena hari ini bertepatan tangal 10 november, tanggal yang ditetapkan sebagai Hari Pahlawan Nasional. 
Kalau dulu di tv-tv swasta maupun TVRI, menayangkan filem yang bergenre kepahlawanan, kalau sekarang, karena saya ngga sering berinteraksi dengan tv lagi, alias ga ada tv…hehe