Fenomena perseteruan saudara sedarah

18.54 0 Comments

Sobat, tentu pernah sekali dua kali beda pendapat sama kakak atau adik kandung, atau saudara sedarah lainnya, lantas salah satu atau duanya menarik diri. Ngambek lanjut perang dingin.
Hal itu memang ga bisa dihindarkan dari kehidupan sehari-hari. Faktor egolah yang mendominasi pertikaian antar saudara sedarah. Apakah itu salah. Terlepas dari salah dan benar. Jika kalian sering bertikai dan mendiamkan kakak atau adik selama selang waktu tertentu, kamu ga sendiri. Banyak orang lain juga mengalami hal yang sama. Bahkan ada yang berakhir tragis meski dengan pemicu yang menurut kita sangat sepele, uang atau benda misalnya.
Apakah perseteruan itu sehat untuk perkembangan jiwa kita? Tergantung pribadi yang menjalaninya menurutku. Karena memang dalam perseteruan itu banyak hal yang bisa dipelajari dan direnungkan. Misalnya sebagai ajang koreksi diri, apakah ego kamu terlalu besar sehingga mengecilkan nilai persaudaraan.
Sejarah perseteruan sedarah ini sudah sangat tua sob, setua umur manusia di bumi sepertinya. jika dirunut, di jaman nabi Adam A.s, pertikaian sedarah sudah dimulai, rasa iri mengalahkan rasa sayang pada saudara. Hingga menghilangkan nyawaya.
Nah begitu juga di jaman yang jumlah populasinya sudah sangat banyak ini. Pemikiran pun sangat kompleks, nyawa dengan mudahnya melayang hanya karena serupiah dua rupiah. Dan bukan bilangan rupiah yang mendasari ringannya tangan itu, tapi ego yang terlampau besar, perasaan takut akan jatuhnya sebuah harga diri.
Lalu apakah dengan mempertahankan ego, kamu diuntungkan? #hembus nafas panjang...tentu sangat sangat rugi.
Mari kita renungkan hal itu...

Hamidaa

Some say he’s half man half fish, others say he’s more of a seventy/thirty split. Either way he’s a fishy bastard. Google

0 komentar: